Ayah dan Kampung Lehawata! 

- Wartawan

Jumat, 8 Agustus 2025 - 12:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ahkam Kurniawan Buamona, Mahasiswa STAI Babusalam Sula.

Foto: Ahkam Kurniawan Buamona, Mahasiswa STAI Babusalam Sula.

OPINI- Kami lahir dari laut, kami tumbuh di sebuah kampung kecil bernama Lehawata. Di kampung itu kami menanam arti kehidupan, arti perjuangan dan menjadi tempat membagi assa dan harapan.

Di sana, di antara gelombang dan garis pantai, kami dibesarkan oleh tangan-tangan kasar yang terlatih menarik jaring, tangan para nelayan yang kami panggil ayah.

Di Lehawata, laut bukan hanya tempat bekerja. Ia adalah halaman rumah, sekolah pertama, dan tempat kami belajar membaca arah hidup. Sejak kecil kami sudah akrab dengan suara ombak dan bau ikan segar. Kami tahu bahwa waktu subuh bukan dimulai dari azan, tapi dari bunyi mesin perahu ayah yang dinyalakan sebelum langit benar-benar terang. Kami tahu kapan ikan muncul, kapan badai datang, dan di mana harus melempar jaring tanpa banyak bicara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian kecil dari kami adalah nelayan. Mereka berangkat melaut dengan perahu kayu sederhana, tanpa radar, tanpa jaminan. Mereka membawa harapan, dan pulang membawa hasil tangkapan jika laut sedang baik. Ikan, udang dan kerang, semua itu menjadi sumber utama kehidupan. Kami makan dari laut, kami sekolah dari laut dan laut menjadi bagian dari kami.

Kini laut tidak lagi seperti dulu, musim kini sulit ditebak, angin datang tiba-tiba dan hasil tangkapan semakin sedikit. Banyak tempat yang dulunya kaya akan ikan kini terasa sunyi. Ayah-ayah kami harus melaut lebih jauh, lebih lama, dan sering pulang dengan tangan kosong. Kami melihat sendiri bagaimana wajah-wajah mereka tertatap diam dan di dalam mata mereka jauh menyimpan lelah dan kasih cinta.

Kami tahu ada sesuatu yang berubah dari laut. Kami membaca dan banyak melihat kejadian tentang laut yang dirusak, tentang praktik tangkap yang tidak ramah dan menghancurkan ekosistem tempat ikan bertelur. Kami tidak ingin menunjuk siapa pun, kami hanya ingin agar laut kembali seperti dulu. Hidup, bersih, dan memberi.

Di kampung Lehawata, kini banyak hal perlahan dimakan waktu. Kami bukan mengeluh tetapi bersaksi bahwa jutaan mata kian mengangga dan lupus dengan harapan.

Ada banyak anak-anak nelayan yang kini jadi mahasiswa, seperti saya yang membawa cerita dari perahu ke kampus, dari dermaga ke ruang diskusi dan dari kampung ke masa depan.

Suatu hari nanti, akan banyak dari kami yang kembali ke kampung. Membangun dari apa yang kami pelajari di luar dan kami tahu akar kami tidak pernah pergi. Ia tertanam di pasir pantai kampung Lehawata. Tempat kami pertama kali belajar bahwa hidup bukan tentang memiliki banyak, tapi tentang bertahan dengan harga diri.

Kami tidak menuntut banyak, kami hanya ingin terus bisa melaut. Kami hanya ingin laut tetap menjadi rumah yang memberi, bukan menjadi ruang yang kian sunyi.

 

Penulis: Ahkam Kurniawan Buamona

(Mahasiswa STAI Babusalam Sula)

ARTIKEL TERKAIT

Mardin Laode Toke Resmi di Pecat dari Hanura
Gaji BPD Setahun Tak Dibayar, Pj Kades Leko Kadai Bungkam Saat dikonfirmasi
Distribusi Material Bangun KDMP Menjadi Tantangan, Begini kata Dandim 1510/Sula 
Siap Ikut Jamnas, Ketua Kwarcab Ucapkan Terimakasih kepada Bupati Sula
Kebutuhan Mitan Jelang Maulid, Ada Kabar Gembira dari Manajer PT. Sanana Lestari
Isak Tangis yang Pecah Disudut Bandara Emalamo Saat Menyambut AKBP Handres 
Bupati Kepulauan Sula Resmi Lepas Kontingen POPDA XII
Besok, Pelantikan HMI Sanana Jadi Simbol Harapan Baru Bagi Kepulauan Sula
Berita ini 51 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:50 WIT

Mardin Laode Toke Resmi di Pecat dari Hanura

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:12 WIT

Gaji BPD Setahun Tak Dibayar, Pj Kades Leko Kadai Bungkam Saat dikonfirmasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:59 WIT

Distribusi Material Bangun KDMP Menjadi Tantangan, Begini kata Dandim 1510/Sula 

Senin, 13 Juli 2026 - 20:31 WIT

Siap Ikut Jamnas, Ketua Kwarcab Ucapkan Terimakasih kepada Bupati Sula

Senin, 13 Juli 2026 - 03:42 WIT

Kebutuhan Mitan Jelang Maulid, Ada Kabar Gembira dari Manajer PT. Sanana Lestari

ARTIKEL TERBARU

Dok: Sekretaris Partai HANURA Kepulauan Sula, Rahmat Soamole.

Daerah

Mardin Laode Toke Resmi di Pecat dari Hanura

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:50 WIT