Oleh: Maradona Duwila
OPINI- Ada banyak harapan yang diam-diam kusimpan dalam hati. Salah satunya adalah keinginan sederhana, yakni menjadi orang yang selalu kau ajak dalam setiap langkah hidupmu.
Aku ingin menjadi saksi dari tawa dan tangismu, menjadi teman bicaramu saat malam terasa panjang, dan menjadi sandaranmu ketika dunia terasa berat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, aku juga sadar, mungkin kehadiranku tak selalu membawa kebaikan untukmu.
Mungkin, tanpa sengaja, aku justru menjadi beban yang memperlambat langkahmu.
Jika memang bersamaku membuat jalanmu terasa sempit dan penuh ragu, aku rela jika akhirnya kau memilih berjalan sendiri.
Aku akan belajar menerima kenyataan itu, meski hatiku harus menahan perihnya kehilangan.
Aku tahu, melepaskanmu bukanlah hal mudah. Setiap hari aku berusaha menenangkan diri, meyakinkan hati bahwa semua ini demi kebahagiaanmu.
Aku ingin kau bahagia, meski bukan aku yang ada di sampingmu. Namun, satu hal yang tak pernah berubah.
Hatiku tetap menunggumu, dengan ketulusan yang sama seperti dulu hingga sekarang.
Jika suatu saat nanti, perjalananmu menemui jalan buntu, jika lelah dan kecewa menghampiri, jangan ragu untuk kembali.
Aku akan selalu ada di sini, menantimu dengan hati yang lapang dan cinta yang tak pernah pudar.
Tak perlu malu atau takut, karena bagiku, kamu selalu punya tempat untuk pulang.
Mungkin aku bukan pilihan utamamu, tapi aku ingin menjadi rumah yang selalu siap menerima kehadiranmu kapan pun kamu butuh.
Hati ini ikhlas menunggumu, meski hanya dalam diam dan doa.







