Oleh: Tiklas P. Babua, Pemerhati Lingkungan.
OPINI- Talaga Rano merupakan salah satu danau alami yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Keindahan alamnya yang masih asri serta keanekaragaman hayati di sekitarnya menjadikan Talaga Rano sebagai aset lingkungan dan pariwisata yang sangat berharga bagi masyarakat setempat maupun Indonesia secara umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, belakangan ini muncul kekhawatiran besar terkait rencana eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan sekitar Talaga Rano.
Memang benar, energi geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan jika dikelola dengan baik.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa proses eksplorasi dan pembangunan fasilitas geothermal seringkali membawa dampak negatif terhadap ekosistem lokal, terutama jika dilakukan di kawasan yang sensitif seperti danau alami.
Risiko pencemaran air, perubahan tata air, hingga kerusakan habitat flora dan fauna endemik menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.

Selain itu, Talaga Rano bukan hanya sekadar sumber air atau objek wisata. Bagi masyarakat adat dan penduduk lokal, danau ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi.
Kehilangan atau rusaknya Talaga Rano, berarti hilangnya identitas dan warisan leluhur yang telah dijaga turun-temurun.
Jangan sampai Talaga Rano bernasib sama seperti banyak danau lain di Indonesia yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam.
Mari kita selamatkan Talaga Rano demi masa depan lingkungan, budaya, dan generasi mendatang. Geothermal jangan sampai lolos di kawasan ini.
Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk bersuara lantang, walau harus mengorbankan nyawa dan darah sekalipun.







