Korbankan Nyawa dan Darah untuk Selamatkan Talaga Rano

- Wartawan

Sabtu, 22 November 2025 - 17:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi: Tiklas P. Babua, Pemerhati Lingkungan. 

Dokumentasi: Tiklas P. Babua, Pemerhati Lingkungan. 

Oleh: Tiklas P. Babua, Pemerhati Lingkungan. 

OPINI- Talaga Rano merupakan salah satu danau alami yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Keindahan alamnya yang masih asri serta keanekaragaman hayati di sekitarnya menjadikan Talaga Rano sebagai aset lingkungan dan pariwisata yang sangat berharga bagi masyarakat setempat maupun Indonesia secara umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, belakangan ini muncul kekhawatiran besar terkait rencana eksplorasi dan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan sekitar Talaga Rano.

Memang benar, energi geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan jika dikelola dengan baik.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa proses eksplorasi dan pembangunan fasilitas geothermal seringkali membawa dampak negatif terhadap ekosistem lokal, terutama jika dilakukan di kawasan yang sensitif seperti danau alami.

Risiko pencemaran air, perubahan tata air, hingga kerusakan habitat flora dan fauna endemik menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.

Dokumentasi: Talaga Rano.

Selain itu, Talaga Rano bukan hanya sekadar sumber air atau objek wisata. Bagi masyarakat adat dan penduduk lokal, danau ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi.

Kehilangan atau rusaknya Talaga Rano, berarti hilangnya identitas dan warisan leluhur yang telah dijaga turun-temurun.

Jangan sampai Talaga Rano bernasib sama seperti banyak danau lain di Indonesia yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam.

Mari kita selamatkan Talaga Rano demi masa depan lingkungan, budaya, dan generasi mendatang. Geothermal jangan sampai lolos di kawasan ini.

Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk bersuara lantang, walau harus mengorbankan nyawa dan darah sekalipun.

ARTIKEL TERKAIT

Besok, PWI Taliabu Gelar Rapat Bahas Oknum Wartawan yang Diduga Beking THM
Blunder Mantan Kades Pohea: Gugat Inspektorat Sula ke PTUN, Malah Berakhir Kandas!
Gegara Takut, MAU Kabur dari Panggilan Polisi
Polres Sula Bakal Tahan Terduga Pelaku Pemerkosaan di Desa Wailoba
Diduga Dilindungi APH, Aktivis Soroti Galian C Ilegal di Taliabu 
Gelar Konferensi Pers, Polisi Ungkap Peristiwa Pembunuhan Terhadap Warga Desa Kawata
Meriahkan HUT RI ke 81, Panitia Sukses Gelar Lomba Domino di Waimua Cafe
Sukses Gelar Upacara, Pelatih Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Sula dan Apresiasi Paskibra
Berita ini 78 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 2 September 2026 - 15:03 WIT

Besok, PWI Taliabu Gelar Rapat Bahas Oknum Wartawan yang Diduga Beking THM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:42 WIT

Blunder Mantan Kades Pohea: Gugat Inspektorat Sula ke PTUN, Malah Berakhir Kandas!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:29 WIT

Gegara Takut, MAU Kabur dari Panggilan Polisi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:08 WIT

Polres Sula Bakal Tahan Terduga Pelaku Pemerkosaan di Desa Wailoba

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:06 WIT

Diduga Dilindungi APH, Aktivis Soroti Galian C Ilegal di Taliabu 

ARTIKEL TERBARU

Dok: Polres Kepulauan Sula.

Daerah

Gegara Takut, MAU Kabur dari Panggilan Polisi

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:29 WIT