Oleh: Sekretaris Umum IPPMOR, Alfian Jamal.
OPINI- Aktualisasi islam yang sejuk dalam momentum bulan Ramadhan adalah menjadi satu momentum untuk bagaimana kita merevitalisasi nilai-nilai keislaman kita sebagaimana mestinya dengan semangat keislaman yang kita implementasikan di dalam kehidupan keseharian, tidaklah kita lupa ada dua perkara yang harus di inggat dalam membangun semangat keislaman kita yang pertama adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt.
Sebagaimana kita ketahui secara bersama bahwa yang membedakan manusia dan manusia lainya adalah ketakwaannya, dalam sisi manusiawi bahwa ia tidak boleh menyombongkan diri dan merasa berkuasa karena sejatinya itu hanya satu titipan yang di berikan oleh Allah swt yang di gunakan untuk kemaslahatan ummat bukan individual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu sebagai ummat islam selalu memandang hal-hal yang notabenya pada rana positif bukan lebih ke negatif memang pikiran kita lebih condong pada negatif apalagi perkembangan jaman hari ini yang menjadi satu tantangan, tetapi tidak bisa di jadikan satu alasan untuk kita meninggalkan semangat keislaman kita.
karena semangat keislaman adalah menebarkan kebaikan tanpa memandang kulit juga melakukan hal-hal yang produktif dan adaptif yang kedua menjaga perdamaian yang memiliki akar kata dari salam, dan memiliki akar kata yang sama dengan islam yang kedua ini menekankan bahwa bagaimana kita mengejawantahkan secara general (universal) nilai-nilai keislaman kita bahwa yang berkuasa hanya Allah swt maka sepatutnya ummat islam harus menjaga perdamaian itu bukan sebaliknya Yang mengunakan kekuasaan untuk menindas.
Di kutipan sidi Gazalba dalam bukunya sistematika filsafat yang mengatakan bahwa ummat islam adalah ummatan wasathan yang berarti ummat pertengahan dari kutipan di atas kita bisa mengambil satu nilai (velue) bahwa islam bukan ajaran agama yang kacau tetapi menyejukkan jika di lihat dalam pandangan teks maupun konteks sebagaimana di riwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda:
Kalian tidak akan masuk surga hingga beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai maukah kalian aku tunjukan satu amalan yang jika kalian kerjakan, niscaya kalian akan saling mencintai yaitu tebarkan salam di antara kalian.
Di era modernisasi hari ini yang menjadi satu tantangan utama dalam menjaga kedamaian dan kerukunan dalam beragama semuanya hanya fokus pada kepentingan sendiri rasa kebersamaan itu mulai pudar berlahan-lahan apalagi ketika duduk bersamaan semuanya fokus pada masing-masing kepentingan individu, hal ini janganlah kita mengapa suatu yang remeh karena ada sisi yang tidak baik sering terjadi tanpa kesadaran diri oleh karena itu di era modernisme hari kita perlu membangun satu kesadaran penuh agar kebersamaan dan ukhuwah islamiah kita terjaga sebagaimana mestinya.
Islam hadir dalam muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamin, bulan ramadhan, bulan ketika Al-Qur’an di turunkan dan menjadi satu momentum yang paling penting untuk kita merevitalisasi kembali nilai-nilai yang penting itu, islam hadir sebagai rahmat apabila ia mampu menciptakan perdamaian dan kerukunan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebenaran dan keadilan, sebaliknya jika islam hadir adalah islam yang berwajah kekerasan berarti hal ini gagal di wujudkan oleh ummat islam.
sebagaimana misi yang di bawakan oleh rasulullah saw dengan menyadari hal ini bahwa islam hadir bukan hanya untuk segelintir saja tetapi semuanya oleh karena itu pemahaman kita tentang kemajemukan sangatlah penting bukan hanya tataran pribadi tetapi juga dalam tataran sosial yang menimbulkan rasa keharmonisan dalam beragama dan saling menghargai satu sama lain agar islam tidak hilang ruhnya di dalam tubuh umatnya. Maka dari itu marilah kita sama-sama dalam membangun islam yang sejuk di momentum Ramadhan ini.

























