Diduga Fitnah, Keluarga Minta Proses Hukum Dihentikan

- Wartawan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi Pelecehan Terhadap Anak Dibawah Umur.

Gambar: Ilustrasi Pelecehan Terhadap Anak Dibawah Umur.

JAILOLO,Lokomalut.com- Seorang kakek dari balita berusia 4 tahun yang diduga menjadi korban asusila di Halmahera Barat, membantah tuduhan yang dilayangkan pelapor terhadap terlapor berinisial R.

‎AM menilai laporan tersebut merupakan fitnah dan meminta agar proses hukum dapat dihentikan serta diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, pelapor yang merupakan anaknya sendiri diduga memiliki persoalan pribadi dengan terlapor.

‎”ini fitnah yang harus di luruskan, anak saya yang menjadi pelapor ini sepertinya memiliki dendam pribadi terhadap terlapor, terlapor ini adalah suami dari kakanya pelapor,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ia mengaku telah menyampaikan bantahan atas keterangan pelapor saat diminta keterangan oleh penyidik di polres Halmahera Barat. AM juga menjelaskan bahwa balita tersebut selama ini diasuh oleh terlapor R dan istrinya lantaran pasangan tersebut belum dikaruniai oleh anak.

‎balita tersebut diketahui merupakan anak kandung pelapor yang kemudian di asuh oleh R bersama istrinya.

‎”jadi anak ini merupakan anak asuh dari mantu saya, R selama berada bersama R dan istrinya tidak pernah ada masalah, saya kaget saat mendapat informasi bahwa anak saya melaporkan mantu saya ke polisi dengan tuduhan pelecehan terhadap terhadap anaknya, saya merasa ini sangat kejam,” ungkapnya.

‎AM juga membantah keterangan pelapor yang menyebut anak tersebut mengalami sakit setelah diantar kembali oleh terlapor. ia menyebut fakta yang sebenarnya berbeda.

‎Menurut AM anak tersebut baru mengeluh sakit pada bagian kemaluan sekitar 1 bulan setelah dikembalikan ke rumah pelapor.

‎”pelapor bilang ke penyidik anak itu sakit setelah diantar pulang oleh terlapor, itu tidak benar, Faktanya, lebih dari sebulan kemudian baru anak ini menjerit kesakitan. saat mengetahui hal itu R justru mendesak istrinya agar membawa anak tersebut ke rumah sakit,” terangnya.

‎Selain itu AM juga membantah keterangan mengenai siapa saja yang tinggal dirumahnya, pelapor sebelumnya dihuni oleh dirinya bersama terlapor dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Menurutnya keterangan tersebut tidak sesuai dengan fakta karena terlapor dan istrinya sudah memiliki rumah sendiri.

‎”yang tinggal di rumah itu saya, pelapor bersama istrinya, anak tersebut, dan juga ipar pelapor berinisial J. sementara R dan Istrinya sudah memiliki rumah sendiri,” ujarnya.

‎AM meminta penyidik Polres Halmahera Barat untuk menangani perkara ini secara profesional dan memeriksa semua pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut termasuk ipar pelapor berinisial J.

‎AM mengungkapkan bahwa saat dirinya hendak mendampingi Almarhuma istrinya berobat di Manado balita tersebut sempat tinggal dirumah bersama ipar pelapor.

‎”saya bukan mmebela terlapor, saya hanya tidak ingin anak saya menjadi orang yang mengarang fitnah demi kepentingan pribadi,” katanya.

‎Ia juga menyinggung terkait video pengakuan balita yang sempat beredar dan menyebut nama terlapor. ia menduga video tersebut dibuat atas desakan pelapor.

‎AM juga mengaku siap menunjukan video terbaru yang berisi pengakuan balita tersebut bahwa dirinya sempat mendapat intimidasi dari pelapor.

‎Sebagai orang tua dari pelapor dan mertua dari terlapor, AM meminta publik serta berbagai lembaga yang telah menyoroti kasus agar menghentikan polemik yang berkembang di media.

‎”saya berharap publik dan lembaga lembaga yang sudah merespon masalah ini bisa menghentikan polemiknya, karena ini menyangkut nama baik keluarga kami,” harapnya.

‎Sembari memohon kepada Kapolres Halmahera Barat agar mempertimbangkan kembali laporan tersebut dan menghentikan proses hukum yang berjalan.

‎”saya sebagai orang tua dari mereka semua bertanggung jawab dan memohon kepada Kapolres agar masalah ini dihentikan, kami keluarga akan mencari solusi untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” tandasnya. (Khy)

ARTIKEL TERKAIT

Respon Bencana Kabut Asap, KONI Sula Gandeng Dinkes Bagikan Masker Gratis 
Turnamen Doin Cup XII di Dofa, Resmi Ditutup. Berikut Tim-tim Terbaik
Terkait Polemik Plafon KUR Berubah, Begini Penjelasan Mantri BRI Cabang Sanana
Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 
Direktur CV GG Viktori: Palang SMKN 1 Taliabu Barat Salah Sasaran, Pekerjaan Sudah Rampung
SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0
Persiapan Turnamen KONI Sula Cup Capai 99 Persen, 42 Tim Siap Pertaruhkan Gengsi
Inisiator Pemekaran Dusun Fangahu Ini Siap Wakafkan Diri untuk Desa Bobong
Berita ini 29 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Respon Bencana Kabut Asap, KONI Sula Gandeng Dinkes Bagikan Masker Gratis 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:48 WIT

Turnamen Doin Cup XII di Dofa, Resmi Ditutup. Berikut Tim-tim Terbaik

Senin, 28 September 2026 - 16:43 WIT

Terkait Polemik Plafon KUR Berubah, Begini Penjelasan Mantri BRI Cabang Sanana

Sabtu, 26 September 2026 - 13:58 WIT

Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 

Kamis, 24 September 2026 - 12:27 WIT

SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0

ARTIKEL TERBARU

Ragam

Senin, 28 Sep 2026 - 09:51 WIT

Dok: Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kepulauan Sula-Pulau Taliabu, Agriati Yulin Mus, menggelar reses masa persidangan ketiga tahun 2025–2026.

Daerah

Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 

Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:58 WIT