SANANA,Lokomalut.com- Jalanan Desa Waiman, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kepulauan Sula, berubah menjadi saksi bisu dari sebuah duka yang tak pernah terbayangkan.
Kabar mengenai kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dua orang pelajar di Kepulauan Sula pada Kamis, (25/6/2026) sekira pukul 02.00 WIT, menyisakan kepedihan yang teramat mendalam, merobek ketenangan hari yang semula biasa saja menjadi penuh dengan tangisan.
Di lokasi kejadian, sisa-sisa benturan maut menjadi pemandangan yang meremukkan hati setiap mata yang memandang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga yang pertama kali tiba di lokasi berhamburan dengan tangan bergetar, mencoba memberikan harapan hidup, sayangnya takdir berkata lain.
Kehangatan dan canda tawa kedua korban yang mungkin beberapa jam lalu masih terdengar, seketika senyap digantikan oleh garis polisi dan tatapan kosong penuh ketidakpercayaan dari pelayat yang mulai berdatangan.
Saat membawa kedua raga yang terbaring sakit ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, keheningan yang mencekam langsung menyelimuti wilayah Sulabesi Tengah.
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh Hartanto, melalui Kasat Lantas Polres Kepulauan Sula, IPDA Taufiq Habsi membenarkan adanya peristiwa tragis itu. Katanya, Kecelakaan yang terjadi pada malam itu melibatkan sepeda motor Scoopy warna hitam dan Honda Trail CRF warna merah putih.
“Iya benar, peristiwa tersebut melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan dari arah berlawanan dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta dua lainnya mengalami luka-luka,” katanya. Kamis (25/6/2026).
Taufik menjelaskan, kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu, melaju dari arah yang berlawanan. Saat berpapasan, sepeda motor Honda Trail CRF yang dikendarai Aldi Umasugi (18) warga Desa Sekom, Kecamatan Sulabesi Selatan, diduga masuk ke jalur berlawanan sehingga mengenai moto Scoppy yang dikendarai Sulastri Soamole (17) warga Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah.
“Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor Scoopy dan Honda CRF meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sanana. Sementara dua penumpang yang dibonceng mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Ia bilang, dari hasil penyelidikan awal, pengendara motor Honda Trail CRF dan salah satu penumpang Honda Scoopy diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
“Petugas Satlantas Polres Kepulauan Sula telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti kendaraan, mendata korban dan saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” tuturnya.
Menyikapi kejadian itu, Kasat Lantas Polres Kepulauan Sula memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan kendaraan bermotor.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu menggunakan helm standar SNI, tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi, tidak mengonsumsi minuman beralkohol sebelum berkendara, serta melengkapi kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam berlalu lintas dapat berakibat fatal dan merenggut nyawa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan demi melindungi diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Penulis: dona







