Aneh.!! Ditunjuk Sebagai Sekda Pulau Taliabu, ini Pengakuan Ma’aruf

- Wartawan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PJ Sekda Kabupaten Pulau Taliabu Ma'aruf.

Foto: PJ Sekda Kabupaten Pulau Taliabu Ma'aruf.

BOBONG,Lokomalut.com- Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sashabila Mus, menunjuk Asisten II Setda, Ma’aruf sebagai Plh. Sekretaris Daerah (Sekda).

Pasalnya, jabatan sekda Kabupaten Pulau Taliabu mengalami kekosongan. Kabarnya, Plh. Sekda Ma’aruf juga telah menerima SK sebagai Penjabat Sekda Pulau Taliabu tersebut.

Saat dikonfirmasi pada rabu (29/10/2025), Ma’aruf mengaku telah menerima SK Pj Sekda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, bahwa jabatan Pj. Sekda berdasarkan hasil konsultasi dirinya dengan Kementerian dalam Negeri.

Katanya, ia mendapat arahan bahwa, meski belum dilantik Ma’aruf sudah bisa menjalankan tugas sebagai Pj. Sekretaris Daerah.

“Saya sudah konsultasi di Kemendagri, bahwa untuk pelantikan Pj. Sekda menunggu persetujuan Mendagri, namun kami juga mendapat penjelasan bahwa walaupun belum dilantik tapi sudah bisa menjalankan tugas sebagai Pj. Sekda,” ujarnya.

Anehnya, meski dipercayakan sebagai Sekda, tapi Ma’aruf hanya menggunakan gelar Diploma II (D2) Keguruan.

Disinggung terkait gelar sarjana Ekonomi, Ia mengaku bahwa selama ini dirinya tidak pernah menggunakan Ijasah S1 Ekonomi untuk penyesuaian Gaji maupun golongan.

“Silahkan tanya ke BKD, Apakah selama ini saya pernah gunakan ijasah Sarjana ekonomi untuk menyesuaikan golongan dan gaji atau tidak? Selama ini saya tidak pernah gunakan ijasah Sarjana Ekonomi untuk penyesuaian golongan dan gaji,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Terkait penggunaan gelar dalam penulisan nama, katanya, berdasarkan tata dinas, yang sudah tidak lagi menggunakan gelar dalam penulisan nama pada jabatan sekda.

“Sejak pak Salim Ganiru menjadi sekda juga sudah tidak menggunakan gelar,” katanya.

Menariknya, ia menyebutkan ijasah S1 Ekonomi tidak terdaftar di Pangkalan Data Pedidikan Tinggi (PDDikti). Atas alasan itu, sehingga dirinya tidak pernah menggunakan Ijasah tersebut untuk urusan kenaikan pangkat hingga penyesuaian Gaji.

“Insa Allah, tahun 2026 saya wisuda S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Muhamdiyah Buton (UMB). Dan saya selama ini pakai ijasah D2 Keguruan,” tegasnya.

Namun faktanya, dalam berbagai dokumen resmi pemerintahan, surat keputusan, hingga tanda tangan kedinasan, Ma’aruf masih tercatat mencantumkan gelar S.E. di belakang namanya.

Gelar Sarjana Ekonomi Ma’aruf Masih Digunakan pada Jabatan Sekretaris Daerah Pulau Taliabu.

Praktik ini dinilai, sebagai bentuk kemunafikan administratif dan pelanggaran etika jabatan, yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap integritas birokrasi daerah.

“Ini jelas bentuk manipulasi intelektual dan moral. Bagaimana mungkin seorang pejabat setingkat Sekda bisa menggunakan dua ijazah yang berbeda untuk kepentingan yang berbeda pula? Ini bukan persoalan pribadi lagi, tapi menyangkut kejujuran seorang pejabat publik,” ungkap Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT) Cabang Ternate, Angriani saat dikomfimasi pada Jumat, (31/10/2025).

Angriani menambahkan bahwa HMT Cabang Ternate akan terus mengawal transparansi birokrasi di Taliabu, dan mendesak pemerintah daerah untuk bersikap tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan jabatan.

“Kami minta Bupati, BKD, dan Inspektorat tidak tinggal diam. Jika benar ijazah S1 yang dipakai tidak terdaftar, maka harus ada sanksi administratif yang jelas. Jangan biarkan birokrasi Taliabu dicoreng oleh praktik manipulatif seperti ini,” lanjutnya.

Menurutnya, masyarakat Taliabu berhak tahu siapa yang benar-benar layak dan memenuhi syarat untuk menduduki jabatan tinggi pemerintahan.

“Sekda itu bukan jabatan kecil. Ia jantung birokrasi daerah. Kalau orang yang duduk di posisi itu saja berbohong soal ijazah, bagaimana kita bisa percaya pada kebijakan dan keputusannya,” pungkasnya mengakhiri.

Sementara, dalam PP No. 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS – Pasal 107 ayat (1) huruf c:  Calon pejabat pimpinan tinggi harus memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV).

Dan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara – Pasal 108: Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (termasuk Sekda) diisi dari PNS yang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan integritas sesuai dengan persyaratan jabatan.” (red)

ARTIKEL TERKAIT

Respon Bencana Kabut Asap, KONI Sula Gandeng Dinkes Bagikan Masker Gratis 
Turnamen Doin Cup XII di Dofa, Resmi Ditutup. Berikut Tim-tim Terbaik
Terkait Polemik Plafon KUR Berubah, Begini Penjelasan Mantri BRI Cabang Sanana
Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 
Direktur CV GG Viktori: Palang SMKN 1 Taliabu Barat Salah Sasaran, Pekerjaan Sudah Rampung
SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0
Persiapan Turnamen KONI Sula Cup Capai 99 Persen, 42 Tim Siap Pertaruhkan Gengsi
Inisiator Pemekaran Dusun Fangahu Ini Siap Wakafkan Diri untuk Desa Bobong
Berita ini 359 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Respon Bencana Kabut Asap, KONI Sula Gandeng Dinkes Bagikan Masker Gratis 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:48 WIT

Turnamen Doin Cup XII di Dofa, Resmi Ditutup. Berikut Tim-tim Terbaik

Senin, 28 September 2026 - 16:43 WIT

Terkait Polemik Plafon KUR Berubah, Begini Penjelasan Mantri BRI Cabang Sanana

Sabtu, 26 September 2026 - 13:58 WIT

Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 

Kamis, 24 September 2026 - 12:27 WIT

SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0

ARTIKEL TERBARU

Ragam

Senin, 28 Sep 2026 - 09:51 WIT

Dok: Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kepulauan Sula-Pulau Taliabu, Agriati Yulin Mus, menggelar reses masa persidangan ketiga tahun 2025–2026.

Daerah

Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 

Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:58 WIT