SANANA,Lokomalut.com- Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengapresiasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilainya benar-benar menyentuh dan memahami kebutuhan petani.
Menurutnya, keberpihakan pemerintah kepada petani menjadi kunci cepat tercapainya swasembada pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Don Muzakir melalui Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kepulauan Sula, Mhd Rismit Teapon. Ia menyebut, dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, berbagai program pro-petani telah memberikan dampak nyata hingga ke tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh petani menjadi faktor utama kegembiraan di desa-desa,” ujar Don.
Ia mencontohkan sejumlah kebijakan strategis seperti penurunan harga pupuk, penyerapan gabah dan jagung petani, serta penghentian impor beberapa komoditas pertanian yang selama ini menekan harga hasil panen.
“Banyak program Pak Prabowo yang langsung menyentuh petani di grassroot, yang di bawah. Ini yang dinantikan oleh para petani dan masyarakat desa,” kata Don saat menghadiri pengumuman swasembada pangan dan panen raya satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, (8/1/2026) kemarin.
Don Muzakir yang juga merupakan penerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya menegaskan bahwa capaian swasembada pangan menjadi bukti nyata keberpihakan negara kepada petani.
Ia menjelaskan, Tani Merdeka Indonesia lahir dari gabungan kelompok tani serta pelaku usaha pertanian, perikanan, dan perkebunan yang bersentuhan langsung dengan persoalan di desa. Sejak awal, organisasi tersebut meyakini kepemimpinan Prabowo akan membawa kesejahteraan bagi petani.
“Saya pergi ke mana-mana, dari Aceh sampai Papua, semua petani merasa senang dengan program-program yang dicanangkan Pak Prabowo,” ujarnya.
Don juga sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan posisi petani sebagai pahlawan pangan bangsa. Menurutnya, petani harus terus menanam dan memanen agar swasembada pangan dapat terjaga.
“Kalau petani tidak menanam dan tidak memanen, kita mau dapat pangan dari mana?” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan penghentian impor jagung dan penyerapan hasil panen membuat harga komoditas menjadi lebih adil bagi petani. Jagung diserap dengan harga sekitar Rp5.500 per kilogram, sementara gabah padi di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram sesuai kualitas.
Kondisi ini dinilai meningkatkan margin keuntungan petani sekaligus menjaga stabilitas harga beras bagi konsumen.
Ke depan, Don mengingatkan pentingnya modernisasi alat pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan ketersediaan energi, khususnya solar, yang memadai bagi petani.
Di akhir pernyataannya, Don Muzakir bersama seluruh anggota dan kelompok tani memanjatkan doa agar Presiden Prabowo selalu diberikan kesehatan.
“Kalau kami sebut, panglima petani, bosnya petani, ya Pak Prabowo yang membela,” pungkasnya mengakhiri.
Penulis: Dona










