SANANA,Lokomalut.com- Proses distribusi material dari Pulau Jawa untuk pembangunan Infrastruktur Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), masih menjadi tantangan utama dalam penyelesaian proyek di wilayah kepulauan, seperti Kabupaten Sula dan Taliabu, Provinsi Maluku Utara.
Meski material menjadi tantangan, pekerjaan KDMP di Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu terus dikerjakan.
Kepada Lokomalut.com, Kamis, (16/7/2026), Komandan Kodim (Dandim) 1510/Sula, Letkol Inf. Zulfani, menjelaskan pengiriman material konstruksi bangunan ke daerah kepulauan harus dilakukan dalam jumlah besar karena tingginya biaya transportasi dan distribusi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagian Material Pengerjaan konstruksi didatangkan dari Jawa karena tidak tersedia di daerah Kepulauan, hal tersebut berdampak pada management pembangunan harus menghadapi sedikit kendala, khususnya meningkatnya nilai barang yang disebabkan karena akomodasi pengiriman,” ungkapnya.
Dihadapkan dengan sistem operasionalnya KDKMP di Jajaran Kodim 1510/Sula, menurut Zulfani, meskipun nantinya bangunan yang telah selesai dinyatakan 100%, akan tetapi perihal tersebut masih akan melalui beberapa tahapan lanjutan, seperti Verifikasi bangunan, perencanaan distribusi alat kelengkapan Koperasi yang akan dikirim dari Pulau Jawa, ketersediaan listrik dll, dimana hal itu akan dilakukan oleh Tim dari PT. AGRINAS.
“Apabila Setelah tahapan verifikasi tersebut dinyatakan selesai, maka tim dari PT. AGRINAS baru akan melakukan pergeseran material ke seluruh lokasi bangunan Koperasi Merah Putih,” katanya.

Di Kabupaten Kepulauan Sula, Lanjut Zulfani, saat ini terdapat delapan titik pembangunan yang tengah dipercepat. Sekitar 90% material pembangunan telah berada di lokasi (on-site), sehingga pekerjaan fisik difokuskan pada percepatan penyelesaian dan managerial pekerja “Sekarang fokus kami mempercepat pekerjaan fisik agar segera selesai,” ujarnya.
Zulfani bilang, lamanya kedatangan material disebabkan proses pengadaan di Pulau Jawa yang harus menunggu ketersediaan barang karena bersaing dengan banyak pemesan lain yang juga mengerjakan KDMP baik Jawa, Sumatera dan Kalimantan, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor utama keterlambatan pekerjaan Koperasi Merah Putih.
“Sementara itu, progres pembangunan Kopdes Merah Putih 1 Titik di Kabupaten Pulau Taliabu telah mencapai sekitar 80 persen. Material untuk pengerjaan di Taliabu juga dipasok dari Luwuk, Sulawesi Tengah. Dari seluruh titik pembangunan di Pulau Taliabu, hanya tersisa satu lokasi di Desa Nunu yang masih dalam tahap penyelesaian. Secara umum progres sudah mencapai sekitar 80 persen dan tinggal kami kebut ritme pekerjaannya agar seluruh 12 titik dapat selesai 100 persen,” jelasnya.
Orang nomor 1 di Kodim 1510/Sula itu juga menegaskan, bahwa tugas TNI hanya sebatas mendukung pembangunan fisik infrastruktur Koperasi Merah Putih. Sementara, operasional dan pelayanan koperasi nantinya akan langsung dikendalikan oleh PT. AGRINAS melalui tim asistensi yang diturunkan dari kantor Pusat di Jakarta.
“Operasional pelayanan Koperasi Merah Putih nantinya akan didampingi oleh tim asistensi dari Jakarta untuk memastikan seluruh koperasi dapat beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan,” pungkasnya mengakhiri.
Penulis: dona













