Perayaan HUT RI ke-79, Camat Kayoa Utara Diduga Pungli

- Wartawan

Kamis, 15 Agustus 2024 - 11:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL,Lokomalut.com- Diduga oknum Camat Kayoa Utara, Halmahera Selatan inisial SUK, dikabarkan memajaki Kepala Desa, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas dan Kepala KUA dengan alasan untuk operasional kegiatan HUT RI ke-79.

Dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan SUK pun tak main-main.

Pejabat tingkat kecamatan itu meminta, setiap kepala desa, kepala puskesmas, dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membayar iuran sebesar Rp 1,5 juta, Sementara kepala sekolah dibebankan membayar iuran sebesar Rp.500.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nominal pungli yang menyasar sejumlah pejabat diinstansi tingkat kecamatan tersebut, buat geleng-geleng kepala.

Pasalnya, jumlah iuran yang terkumpul mencapai puluhan juta, padahal setiap pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI mendapat anggaran Rp 20 -30 juta setiap kecamatan.

Berdasarkan rilis yang diterima Lokomalut.com, Camat Kayoa Utara awalnya meminta setiap kepala sekolah membayar iuran sebesar Rp.1.000.000. Namun, nominal itu tak disanggupi sehingga diturunkan menjadi Rp 500.000.

“Awalnya kami dimintai satu juta untuk setiap kepala sekolah, nominal itu ditolak karena memberatkan jadi diturunkan lima ratus ribu,” kata salah satu Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya. Kamis (15/08/2024).

Menurutnya, permintaan itu sudah menjadi budaya tahunan karena mereka kerap dipajaki setiap gelaran perayaan HUT RI tersebut.

Ia mengaku iuran itu diminta sebagai alasan untuk kebutuhan persiapan upacara di Kayoa Utara pada 17 Agustus mendatang.

“Kalau kepala desa dimintai bayar satu juta lima ratus, mungkin karena anggarannya besar, kepala puskesmas dan KUA mungkin besarannya juga sama. Kalau kami kepala sekolah tetap menolak bayar sejuta karena pastinya pakai uang pribadi,” tandasnya.

Selain itu, sejumlah warga juga mengeluhkan kebijakan Camat Kayoa Utara yang dianggap semena-mena karena membawa kelompok lomba dari kecamatan lain. Padahal, kecamatan yang dipimpinnya juga banyak warga yang ingin berpartisipasi.

“Ada sejumlah warga yang dibawa Camat dari kecamatan lain untuk mengikuti lomba, bahkan mobil yang ditumpangi tiba-tiba rusak dana katanya diperbaiki oleh camat menggunakan anggaran upacara dan itu dibayar oleh bendahara,” kata salah satu peserta lomba gerak jalan berinisial WS.

Lebih lanjut, WS juga menyesalkan sikap Camat karena meminta kelompoknya untuk tidak mengikuti lomba gerak jalan. Penghentian itu sebagai alasan agar mereka fokus memasak untuk peserta pada saat gelaran upacara.

“Kami diminta memasak nanti dibayar, sampai kami bersedia untuk tidak mengikuti lomba padahal sudah lama latihan. Tapi tiba-tiba kami dikabari, katanya soal konsumsi nanti dipesan melalui jasa ketringan. Cara ini supaya ambil untung lebih besar,” ungkapnya.

Sementara, oknum Camat Kayoa Utara SUK saat dihubungi mengakui iuran tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama sehingga tidak menjadi persoalan serius.

“Baiknya datang dikantor kita bicarakan baik-baik karena ini lewat musyawarah,” ujarnya.

Sahrul mengaku tidak tahu menahu anggaran HUT RI di kecamatan Kayoa Utara, sehingga tidak bisa menyampaikan detail besaran yang ditanyakan. Pasalnya, segala bentuk keuangan dikendalikan bendahara kecamatan.

“Karena namanya anggaran saya hanya mengeluarkan surat, tapi segala bentuk keuanagan itu urusan bendahara, itu semuanya. Jadi baiknya konfirmasi langsung saja ke bendahara kecamatan karena dia yang kelola,” imbuhnya.

Bendahara kecamatan Kayoa Utara inisial SK, dan Kepala Dispora saat dihubungi media ini tidak digubris.

Terpisah, Ketua Panitia Perayaan HUT RI Kabupaten Halmahera Selatan Soadri Inggratubun saat konfirmasi tidak menggubris yang disinyalir menutup-nutupi informasi anggaran perayaan hari kemerdekaan RI ke-79.

“Saya masih sibuk di lapangan”, beber Soadri usai dikonfirmasi. (TIM)

ARTIKEL TERKAIT

Bupati Sula Tanda Tangan Kerjasama dengan Pihak PT. Trigana Air
Sejumlah Desa di Sula, Dapat Bantuan Pamsimas dari Ditjen CK
PKB Sula Gelar Muscab, Tiga Nama Calon Ketua Masuk Bursa DPP
Ilegal Logging Masih Memanas, Pemuda Wailoba Minta Gubernur Evaluasi Kadishut Malut
Musda ke-VI DPD Golkar Malut, Eta Bot Berpotensi Akan di Aklamasikan
Pengurus PSSI Sula Beri Dukungan Penuh Terhadap Langkah KONI
PWI Malut Tegaskan Media Peliput Konflik di Halteng Harus Patuh Terhadap UU Pers dan KEJ
Polres Sula Gelar Safari Kamtibmas di Kota Sanana
Berita ini 35 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 21 April 2026 - 14:32 WIT

Bupati Sula Tanda Tangan Kerjasama dengan Pihak PT. Trigana Air

Selasa, 21 April 2026 - 14:21 WIT

Sejumlah Desa di Sula, Dapat Bantuan Pamsimas dari Ditjen CK

Senin, 20 April 2026 - 11:51 WIT

PKB Sula Gelar Muscab, Tiga Nama Calon Ketua Masuk Bursa DPP

Kamis, 16 April 2026 - 12:00 WIT

Ilegal Logging Masih Memanas, Pemuda Wailoba Minta Gubernur Evaluasi Kadishut Malut

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIT

Musda ke-VI DPD Golkar Malut, Eta Bot Berpotensi Akan di Aklamasikan

ARTIKEL TERBARU

Dok: Ditjen Cipta Karya Memberikan Bantuan Infrastruktur Pamsimas kepada Masyarakat Kepulauan Sula.

Daerah

Sejumlah Desa di Sula, Dapat Bantuan Pamsimas dari Ditjen CK

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:21 WIT