Kongres IV HPMS Bau Busuk: Diduga Dikendalikan Mafia Politik, Iqbal Ruray Disiapkan Aklamasi Paksa

- Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 06:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Lokomalut.com- Kongres ke-IV Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) yang digelar pada Senin 12 Januari 2026 di Kota Ternate, kini berada di ambang krisis legitimasi.

Aroma busuk kian menyengat dari balik proses penyelenggaraan kongres yang diduga kuat telah disusupi kepentingan politik praktis dan dikendalikan oleh segelintir elite yang ingin memaksakan aklamasi terhadap Iqbal Ruray sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) HPMS.

Sejumlah kader dan peserta kongres secara terbuka menyebut bahwa kongres ini bukan lagi arena demokrasi mahasiswa, melainkan panggung sandiwara politik yang diskenariokan secara rapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panitia pelaksana dituding telah berperan sebagai “operator politik”, bukan sebagai penyelenggara independen.

“Ini bukan kongres, ini dagelan politik. Semua tahapan sudah diatur untuk satu nama. Bau setingannya sangat menyengat,” tegas seorang peserta kongres yang enggan disebut namanya.

Dugaan kecurangan tidak berhenti pada satu titik. Manipulasi mekanisme pencalonan, pengaburan aturan organisasi, hingga pengondisian forum disebut menjadi alat utama untuk menggiring kongres menuju aklamasi paksa.

Situasi ini memantik kemarahan kader-kader HPMS yang menilai organisasi mereka telah dibajak secara terang-terangan.

Lebih parah lagi, kehadiran Iqbal Ruray sebagai kandidat disebut bukan lahir dari proses kaderisasi yang sehat, melainkan hasil kompromi kepentingan politik di luar tubuh HPMS. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap ruh gerakan mahasiswa.

“HPMS bukan tempat parkir kepentingan partai. Kalau organisasi mahasiswa dipimpin oleh orang partai, ini bukan sekadar aneh, ini penghinaan terhadap akal sehat dan sejarah perjuangan HPMS,” kecam sumber tersebut.

Sejumlah pihak menilai panitia kongres telah menjadikan HPMS sebagai alat tawar-menawar politik. Organisasi yang seharusnya menjadi ruang kritis dan independen justru direduksi menjadi kendaraan kekuasaan.

“HPMS hari ini dipaksa berubah menjadi partai politik mini. Panitia harus bertanggung jawab penuh atas kekacauan ini. Kalau dibiarkan, kongres ini akan tercatat sebagai yang paling memalukan dalam sejarah HPMS,” tambahnya dengan nada geram.

Gelombang penolakan terhadap aklamasi ini terus menguat. Beberapa peserta bahkan mengancam akan walk out, memboikot kongres, hingga mendeklarasikan mosi tidak percaya terhadap panitia pelaksana apabila praktik busuk ini tetap dipaksakan.

“Jika skenario kotor ini benar-benar dijalankan, maka Kongres IV HPMS bukan hanya kehilangan legitimasi, tetapi juga menjadi simbol matinya demokrasi internal dan independensi gerakan mahasiswa Kepulauan Sula,” pungkasnya. (red)

ARTIKEL TERKAIT

Bupati Sula Tanda Tangan Kerjasama dengan Pihak PT. Trigana Air
Sejumlah Desa di Sula, Dapat Bantuan Pamsimas dari Ditjen CK
PKB Sula Gelar Muscab, Tiga Nama Calon Ketua Masuk Bursa DPP
Ilegal Logging Masih Memanas, Pemuda Wailoba Minta Gubernur Evaluasi Kadishut Malut
Musda ke-VI DPD Golkar Malut, Eta Bot Berpotensi Akan di Aklamasikan
Pengurus PSSI Sula Beri Dukungan Penuh Terhadap Langkah KONI
PWI Malut Tegaskan Media Peliput Konflik di Halteng Harus Patuh Terhadap UU Pers dan KEJ
Polres Sula Gelar Safari Kamtibmas di Kota Sanana
Berita ini 236 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 21 April 2026 - 14:32 WIT

Bupati Sula Tanda Tangan Kerjasama dengan Pihak PT. Trigana Air

Selasa, 21 April 2026 - 14:21 WIT

Sejumlah Desa di Sula, Dapat Bantuan Pamsimas dari Ditjen CK

Senin, 20 April 2026 - 11:51 WIT

PKB Sula Gelar Muscab, Tiga Nama Calon Ketua Masuk Bursa DPP

Kamis, 16 April 2026 - 12:00 WIT

Ilegal Logging Masih Memanas, Pemuda Wailoba Minta Gubernur Evaluasi Kadishut Malut

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIT

Musda ke-VI DPD Golkar Malut, Eta Bot Berpotensi Akan di Aklamasikan

ARTIKEL TERBARU

Dok: Ditjen Cipta Karya Memberikan Bantuan Infrastruktur Pamsimas kepada Masyarakat Kepulauan Sula.

Daerah

Sejumlah Desa di Sula, Dapat Bantuan Pamsimas dari Ditjen CK

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:21 WIT