Plafon KUR Berubah Tanpa Penjelasan, Warga Mangoli Utara Keluhkan Pelayanan BRI Sanana

- Wartawan

Senin, 28 September 2026 - 09:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Bank BRI Unit Sanana.

Dok: Bank BRI Unit Sanana.

SANANA,Lokomalut.com- Calon Nasabah di Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, merasa kecewa dengan Proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI Cabang Sanana, Kepulauan Sula.

Hal ini disampaikan salah satu calon nasabah asal Falabisahaya yang meminta untuk tidak menggubris identitasnya. Ia mengaku, mengalami perubahan nilai plafon kredit setelah menjalani proses survei oleh Mantri BRI.

Padahal, katanya, seluruh dokumen persyaratan pengajuan KUR telah dilengkapi. Pengajuan tersebut juga telah melalui tahapan survei di lokasi terhadap dua jenis usaha yang dijalankannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, saat proses survei, nilai pinjaman yang dibahas berada di angka sekitar Rp100 juta. Namun, ketika dirinya kembali dipanggil ke kantor BRI di Sanana untuk proses pencairan, nilai tersebut berubah menjadi Rp80 juta.

Karena terjadi perubahan nilai dari pembahasan sebelumnya, ia mengaku memilih tidak melanjutkan proses pencairan.

“Berkas sudah lengkap dan sudah masuk, ada dua jenis usaha. Kami juga sudah disurvei dengan nilai Rp100 juta. Namun, ketika dipanggil untuk proses pencairan di bank, nilainya berubah menjadi Rp80 juta. Karena itu saya menolak,” ungkapnya.

Ia pun mempertanyakan alasan perubahan tersebut karena, menurut pengakuannya, tidak ada penjelasan sebelumnya mengenai kemungkinan penyesuaian nilai pinjaman setelah proses survei.

Baginya, apabila terdapat penyesuaian plafon kredit, calon nasabah seharusnya memperoleh penjelasan sejak tahapan survei agar memiliki kepastian sebelum datang ke kantor bank untuk proses selanjutnya.

“Kalau nilai berubah, seharusnya disampaikan saat survei di lokasi. Karena kami di Falabisahaya jauh dari pusat kota dan harus menempuh perjalanan laut,” tandasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, tidak mengetahui secara pasti alasan nilai pengajuan berubah dari Rp100 juta menjadi Rp80 juta karena tidak mendapatkan penjelasan secara rinci.

“Alasan nilai berubah, kita sebagai nasabah tidak tahu karena tidak dijelaskan kepada kita,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan calon nasabah KUR lainnya asal Kecamatan Mangoli Utara. Ia mengaku telah menyelesaikan tahapan survei dan kemudian diarahkan untuk melanjutkan proses di Bank BRI Sanana.

Namun, hingga lebih dari satu minggu setelah survei, ia mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan pengajuan kreditnya.

“Survei sudah selesai. Namun saya sudah tunggu delapan hari, tapi tidak ada kejelasan. Karena kita dari Mangoli ke Sanana butuh biaya transportasi,” ujarnya.

Ia bilang, dari wilayah Mangoli harus mengeluarkan biaya dan meluangkan waktu untuk datang ke Sanana.

Oleh karena itu, ia berharap pihak bank memberikan informasi yang jelas mengenai status pengajuan kredit, termasuk apabila terdapat perubahan plafon maupun kendala dalam proses pencairan.

“Kalau tidak jadi, bilang saat survei. Jangan kita sudah datang di Sanana lalu prosesnya tidak jelas,” katanya.

Sementara Kepala Unit BRI Sanana Fadli Lumia, saat di konfirmasi melalui Via WhatsApp mengatakan, bahwa nilai Rp100 juta tergantung omset pendapatan nasabah tersebut.

“Bisa saja, nanti kita liat dari omset pendapatannya. Jika omsetnya bisa lebih dari itu ya kita bisa kasi kalo maksimalnya untuk Rp100 juta. Jadi kalo seandainya, petugas saya turun nilai pendapatan harian, bulannya berapa, kalo dihitung bisa dapat 100, kita bisa kasi 100, tapi kalo hanya 80, kita hanya bisa kasi 80,” ujarnya.

Selain itu, tambah Fadli, pihaknya akan menanyakan kepada petugas lapangan yang bertemu langsung dengan nasabah tersebut.

“Jadi nanti saya coba tanya kepada petugas dia punya cara hitungannya seperti apa atau dia ketemu nasabah itu bagimana, biar saya juga tau,” imbuhnya.

Fadli mengaku, tidak mengetahui dengan persoalan ini. “Masalah ini juga saya belum tau, jadi nanti saya tanya ke petugas masalahnya apa, supaya jangan nasabahnya bula bale , kasiang. Astaghfirullah, beliau punya nama siapa, supaya saya cek disini. Supaya saya kasi selesai masalah ini,” pungkasnya. (Red)

ARTIKEL TERKAIT

Terkait Polemik Plafon KUR Berubah, Begini Penjelasan Mantri BRI Cabang Sanana
Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 
Direktur CV GG Viktori: Palang SMKN 1 Taliabu Barat Salah Sasaran, Pekerjaan Sudah Rampung
SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0
Persiapan Turnamen KONI Sula Cup Capai 99 Persen, 42 Tim Siap Pertaruhkan Gengsi
Inisiator Pemekaran Dusun Fangahu Ini Siap Wakafkan Diri untuk Desa Bobong
Besok, PWI Taliabu Gelar Rapat Bahas Oknum Wartawan yang Diduga Beking THM
Blunder Mantan Kades Pohea: Gugat Inspektorat Sula ke PTUN, Malah Berakhir Kandas!
Berita ini 138 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 28 September 2026 - 16:43 WIT

Terkait Polemik Plafon KUR Berubah, Begini Penjelasan Mantri BRI Cabang Sanana

Senin, 28 September 2026 - 09:51 WIT

Plafon KUR Berubah Tanpa Penjelasan, Warga Mangoli Utara Keluhkan Pelayanan BRI Sanana

Sabtu, 26 September 2026 - 13:58 WIT

Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 

Jumat, 25 September 2026 - 05:01 WIT

Direktur CV GG Viktori: Palang SMKN 1 Taliabu Barat Salah Sasaran, Pekerjaan Sudah Rampung

Kamis, 24 September 2026 - 12:27 WIT

SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0

ARTIKEL TERBARU

Dok: Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kepulauan Sula-Pulau Taliabu, Agriati Yulin Mus, menggelar reses masa persidangan ketiga tahun 2025–2026.

Daerah

Reses di Desa Fogi, Yulin Mus Serap Aspirasi Masyarakat 

Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:58 WIT

Dok: Flyer SSB Sula United.

Daerah

SSB Sula United Tumbangkan Garuda Muda FC dengan Skor 3-0

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:27 WIT