SANANA,Lokomalut.com- Calon Nasabah di Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, merasa kecewa dengan Proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI Cabang Sanana, Kepulauan Sula.
Hal ini disampaikan salah satu calon nasabah asal Falabisahaya yang meminta untuk tidak menggubris identitasnya. Ia mengaku, mengalami perubahan nilai plafon kredit setelah menjalani proses survei oleh Mantri BRI.
Padahal, katanya, seluruh dokumen persyaratan pengajuan KUR telah dilengkapi. Pengajuan tersebut juga telah melalui tahapan survei di lokasi terhadap dua jenis usaha yang dijalankannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, saat proses survei, nilai pinjaman yang dibahas berada di angka sekitar Rp100 juta. Namun, ketika dirinya kembali dipanggil ke kantor BRI di Sanana untuk proses pencairan, nilai tersebut berubah menjadi Rp80 juta.
Karena terjadi perubahan nilai dari pembahasan sebelumnya, ia mengaku memilih tidak melanjutkan proses pencairan.
“Berkas sudah lengkap dan sudah masuk, ada dua jenis usaha. Kami juga sudah disurvei dengan nilai Rp100 juta. Namun, ketika dipanggil untuk proses pencairan di bank, nilainya berubah menjadi Rp80 juta. Karena itu saya menolak,” ungkapnya.
Ia pun mempertanyakan alasan perubahan tersebut karena, menurut pengakuannya, tidak ada penjelasan sebelumnya mengenai kemungkinan penyesuaian nilai pinjaman setelah proses survei.
Baginya, apabila terdapat penyesuaian plafon kredit, calon nasabah seharusnya memperoleh penjelasan sejak tahapan survei agar memiliki kepastian sebelum datang ke kantor bank untuk proses selanjutnya.
“Kalau nilai berubah, seharusnya disampaikan saat survei di lokasi. Karena kami di Falabisahaya jauh dari pusat kota dan harus menempuh perjalanan laut,” tandasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, tidak mengetahui secara pasti alasan nilai pengajuan berubah dari Rp100 juta menjadi Rp80 juta karena tidak mendapatkan penjelasan secara rinci.
“Alasan nilai berubah, kita sebagai nasabah tidak tahu karena tidak dijelaskan kepada kita,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan calon nasabah KUR lainnya asal Kecamatan Mangoli Utara. Ia mengaku telah menyelesaikan tahapan survei dan kemudian diarahkan untuk melanjutkan proses di Bank BRI Sanana.
Namun, hingga lebih dari satu minggu setelah survei, ia mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan pengajuan kreditnya.
“Survei sudah selesai. Namun saya sudah tunggu delapan hari, tapi tidak ada kejelasan. Karena kita dari Mangoli ke Sanana butuh biaya transportasi,” ujarnya.
Ia bilang, dari wilayah Mangoli harus mengeluarkan biaya dan meluangkan waktu untuk datang ke Sanana.
Oleh karena itu, ia berharap pihak bank memberikan informasi yang jelas mengenai status pengajuan kredit, termasuk apabila terdapat perubahan plafon maupun kendala dalam proses pencairan.
“Kalau tidak jadi, bilang saat survei. Jangan kita sudah datang di Sanana lalu prosesnya tidak jelas,” katanya.
Sementara Kepala Unit BRI Sanana Fadli Lumia, saat di konfirmasi melalui Via WhatsApp mengatakan, bahwa nilai Rp100 juta tergantung omset pendapatan nasabah tersebut.
“Bisa saja, nanti kita liat dari omset pendapatannya. Jika omsetnya bisa lebih dari itu ya kita bisa kasi kalo maksimalnya untuk Rp100 juta. Jadi kalo seandainya, petugas saya turun nilai pendapatan harian, bulannya berapa, kalo dihitung bisa dapat 100, kita bisa kasi 100, tapi kalo hanya 80, kita hanya bisa kasi 80,” ujarnya.
Selain itu, tambah Fadli, pihaknya akan menanyakan kepada petugas lapangan yang bertemu langsung dengan nasabah tersebut.
“Jadi nanti saya coba tanya kepada petugas dia punya cara hitungannya seperti apa atau dia ketemu nasabah itu bagimana, biar saya juga tau,” imbuhnya.
Fadli mengaku, tidak mengetahui dengan persoalan ini. “Masalah ini juga saya belum tau, jadi nanti saya tanya ke petugas masalahnya apa, supaya jangan nasabahnya bula bale , kasiang. Astaghfirullah, beliau punya nama siapa, supaya saya cek disini. Supaya saya kasi selesai masalah ini,” pungkasnya. (Red)





