Keterangan Terduga Pelaku Pengeroyokan di Desa Mangoli, Diduga Bohongi Polisi

- Wartawan

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi: Polres Kepulauan Sula Gelar Pres Release Terkait Kasus Pengeroyokan di Desa Mangoli.

Dokumentasi: Polres Kepulauan Sula Gelar Pres Release Terkait Kasus Pengeroyokan di Desa Mangoli.

SANANA,Lokomalut.com- Keterangan terduga pelaku pengeroyokan di Desa Mangoli, terhadap salah satu Pemuda Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, diduga membohongi Penyidik Polres Kepulauan Sula.

Pasalnya, dalam press release, pada selasa (2/12/2025), Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sula, Iptu Wawan Lauwanto, menyampaikan bahwa terduga pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka, yakni FSU alias Babalu (24), AAU alias Ais (24), MJU alias Jen (33), dan ZU alias Zul (39), semuanya merupakan warga Desa Mangoli.

“Keempat tersangka sudah kami amankan dan saat ini menjalani proses penyidikan lanjutan. Kami juga telah memeriksa atau mengambil keterangan kurang lebih tujuh orang saksi,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga memastikan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan penyidik, yakni baju putih milik korban, baju hijau milik tersangka, serta baju putih milik salah satu tersangka.

“Seluruh barang bukti sudah kami sita untuk kebutuhan pembuktian perkara,” jelasnya.

Menurut Wawan, insiden berawal ketika FSU melihat korban menendang seorang perempuan bernama Nurain Umacina hingga terjatuh.

“Melihat kejadian itu, FSU langsung memukul bagian samping tubuh korban menggunakan tangan kanan yang terkepal, kemudian memukul pipi kanan korban,” jelas Wawan.

AAU kemudian ikut memukul wajah dan tangan korban. Korban sempat berlari beberapa meter namun kembali dipukul FSU pada bagian punggung serta dua kali pada bagian dada kiri hingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Beberapa menit kemudian, lanjut Wawan, MJU datang dan memukul wajah korban sebanyak lima kali lalu menendang bagian kepala. Tidak lama setelah itu, ZU tiba dan menampar wajah korban sebelum warga menghentikan peristiwa tersebut.

Korban yang tidak sadarkan diri dibawa ke rumah Sudirman Umacina, kemudian menuju Desa Capalulu menggunakan mobil pick up, dan akhirnya dirujuk ke RSUD Sanana.

“Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis,” katanya.

Wawan juga menegaskan bahwa motif pengeroyokan dipicu tindakan korban menendang Nurain Umacina.

“Motifnya berawal dari korban menendang Nurain Umacina, sehingga para terduga pelaku melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap diri korban,” tegasnya.

Kasus ini disangkakan dengan Rumusan Pasal 170 Ayat (2) ke-3 Subsidair Pasal 351 Ayat (3) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

“Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara, serta Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana,” jelasnya.

Terpisah Saiful Soamole, kakak Almarhum AS, menilai keterangan para pelaku tidak sesuai dengan kondisi tubuh korban.

“Tidak adil. Mereka bilang hanya beberapa pukulan, tetapi luka dan memar di bagian belakang tubuh adik saya parah. Memar di rusuk, punggung, dan kepala belakang itu seperti bekas hantaman benda tumpul, bukan hanya pukulan tangan,” ucapnya.

Saiful juga menyebutkan bahwa wajah almarhum tidak menunjukkan adanya memar atau bengkak.

“Sejak dipukul di Mangoli sampai meninggal di rumah sakit, muka adik saya tidak ada luka atau bengkak sama sekali. Justru sasaran pukulan itu di kepala belakang, rusuk, dan punggung,” tambahnya.

Diketahui, Polres Kepulauan Sula, telah mengungkap kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan seorang pria berinisial AS alias Alfian (30), warga Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, hingga meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIT di Dusun III Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah.

 

Penulis: Dona

ARTIKEL TERKAIT

DPD KNPI Sula, Menolak Polri di Bawa Kementerian
Waduuh.!! Oknum ASN di Sula Menipu Sejumlah Warga
Polres Sula Didesak, Segera Sita Rokok Tanpa Bea Cukai
Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Gelar Patroli Laut ‎
LMND Sanana Desak Presiden Prabowo, Segera Cabut 10 IUP Pulau Mangoli
Kadishub Sula Bakal Terobos Fungsikan Trafigh light di Kota Sanana
Ilegal Logging di Wailoba, Direktur CV. Anugerah 4 Mandiri Diduga Tak Peduli Perintah Presiden Prabowo
Polairud Marnit Halbar, Laksanakan program Kapal Perpustakaan dan Klinik Terapung
Berita ini 348 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:07 WIT

DPD KNPI Sula, Menolak Polri di Bawa Kementerian

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:37 WIT

Waduuh.!! Oknum ASN di Sula Menipu Sejumlah Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:39 WIT

Polres Sula Didesak, Segera Sita Rokok Tanpa Bea Cukai

Jumat, 30 Januari 2026 - 04:45 WIT

Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Gelar Patroli Laut ‎

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:56 WIT

LMND Sanana Desak Presiden Prabowo, Segera Cabut 10 IUP Pulau Mangoli

ARTIKEL TERBARU

Dok: Ketua DPD KNPI Kepulauan Sula, M
 Rifai Umasugi.

Daerah

DPD KNPI Sula, Menolak Polri di Bawa Kementerian

Minggu, 1 Feb 2026 - 13:07 WIT

Dok: Ilustrasi Waspada Penipuan.

Daerah

Waduuh.!! Oknum ASN di Sula Menipu Sejumlah Warga

Jumat, 30 Jan 2026 - 08:37 WIT

Dok: Rokok Tanpa Bea Cukai yang Saat Ini Diperjualbelikan di Kepulauan Sula.

Daerah

Polres Sula Didesak, Segera Sita Rokok Tanpa Bea Cukai

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:39 WIT

Dok:Kapolsek K.P. 3 A. Yani Tenate IPTU Mirna Oramali, S.H., M.H. Gelar Patroli Laut.

Daerah

Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Gelar Patroli Laut ‎

Jumat, 30 Jan 2026 - 04:45 WIT