SANANA,Lokomalut.com- Belakangan ini, Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius bagi warga masyarakat Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula.
Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula langsung tancap gas untuk melakukan penyelidikan dan pencegahan serta penanganan terkait DBD tersebut.
“Untuk langkah penanganan DBD kita upaya pencegahan dan pengendalian. Langkah awal yang kita lakukan salah satunya sosialisasi maupun edukasi,” ungkap Kabid P2 Dinkes Sula Ratna, saat di wawancarai awak media. Senin, (27/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, Ratna bilang, Dinkes juga membagikan larvasida atau bubuk pembunuh jentik nyamuk alias Abate, khususnya Aedes aegypti penyebab demam berdarah (DBD).
“Kami juga sudah pembagian Abate di Rumah-rumah warga terutama di RT 5 dan RT 7, yang sudah dilakukan penyelidikan Epidemiologi. Disini ada beberapa rumah warga yang menjadi tempat perindukan jentik nyamuk DBD tadi,” ujarnya.
Selain itu, Ratna menjelaskan bahwa, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang komprehensif untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan cara Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang/Mengubur, ditambah perlindungan ekstra (Plus).
“Langkah berikut, kami juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Ini akan kami lakukan bersama-sama dengan warga desa Fatce dengan program 3M plus, yaitu Menguras, Membersihkan dan Mengubur,” bebernya.
Katanya, jika masih terjadi lagi kasus yang sama, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak provinsi Maluku Utara, untuk melakukan fogging. Namun, fogging tersebut tidak semata-mata kami lakukan, karena mempunyai efek beracun. Ia menegaskan, Fogging merupakan langkah terakhir bukan alternatif.
“Mungkin ada himbauan kepada masyarakat kepulauan sula pada umumnya, untuk lebih meningkatkan lagi kebersihan baik itu kebersihan di dalam rumah, maupun kebersihan di lingkungan. Dan jika ada yang sakit jangan berdiam diri di rumah segera langsung ke pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Terpisah, Pj. Kepala Desa Fatce Andhika Joisangadji berharap ancaman DBD ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah serta kesadaran masyarakat.
“Saya harap ini menjadi langkah awal untuk mencegah kesehatan kita di desa dan menjadi perhatian serius dari kita pemerintah Desa maupun dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan. Terpenting walaupun kita telah melakukan berbagai upaya, saya juga mengharapkan kesadaran dari masyarakat dalam hal ini menjaga kebersihan,” tutupnya.
Penulis: Dona









