SANANA,Lokomalut.com- Suasana khidmat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Kepulauan Sula berubah menjadi gelombang tangis haru yang menyayat hati.
Setelah bendera Merah Putih berhasil dikibarkan di pagi hari dan diturunkan dengan sempurna pada sore hari, seluruh anggota Paskibraka langsung saling berpelukan di area stris.
Di tengah gemuruh tepuk tangan ribuan warga, terselip kisah sedih yang menguras air mata dari balik perjuangan latihan keras mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesaat setelah pembubaran formasi, sang pelatih kepala Paskibraka tampak tidak kuasa menahan air matanya. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa sekaligus rasa sedih yang sempat mereka pendam selama masa karantina dan masa latihan yang cukup berat.
“Mereka bukan sekadar berbaris, mereka menahan rindu, menahan lelah, bahkan menahan air mata personal demi Merah Putih. Hari ini mereka membuktikan bahwa dedikasi mereka jauh lebih besar dari rasa sakit itu,” ujar sang pelatih Eksan Ipa saat di wawancarai dengan mata berkaca-kaca. Senin, (17/8/2026).

Dalam kesempatan penuh emosi tersebut, Eksan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya kepada Bupati Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus.
Menurutnya, perhatian penuh, fasilitas, serta dukungan moral yang diberikan oleh Bupati dan jajaran pemda menjadi bahan bakar utama yang membakar semangat para putra-putri terbaik Sula ini di masa-masa sulit karantina.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah, utamanya Ibu Bupati Hj. Fifian Adeningsi Mus, yang tiada henti memantau, memotivasi, dan memastikan seluruh kebutuhan adik-adik Paskibraka terpenuhi dengan sangat baik. Dukungan Ibu Bupati adalah kekuatan kami,” ucapnya.
Tidak lupa, Eksan juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pasukan Paskibraka yang telah tampil tanpa cela. Langkah tegap, formasi yang presisi, serta mental baja yang ditunjukkan dari pagi hingga sore hari adalah bukti nyata dari hasil kerja keras dan pengorbanan yang tidak sia-sia.
“Upacara HUT RI ke-81 ini akan dikenang oleh masyarakat Kepulauan Sula bukan hanya karena kesuksesannya yang megah, tetapi karena ada darah, keringat, dan air mata pemuda-pemudi Sula yang melahirkan sebuah kesempurnaan di atas lapangan upacara. Terimakasih untuk semuanya,” tambahnya.
Selain itu, Ia pun menyampaikan rasa syukur kepada pembina purna yang selalu konsisten dalam memberikan edukasi kepada peserta paskibraka.
“Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada pembina purna yang selalu siap siaga melatih di lapangan dan mendidik di karantina,” pungkasnya mengakhiri.
Penulis: dona













