Tolak 10 IUP di Pulau Mangoli, Masyarakat Desa Kou Tantang Dr. Graal Taliawo untuk Bisik ke Telinga Presiden Prabowo 

- Wartawan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Aktivis Lingkungan Kepulauan Sula yang Bersikap Menolak 10 IUP di Pulau Mangoli.

Dok: Aktivis Lingkungan Kepulauan Sula yang Bersikap Menolak 10 IUP di Pulau Mangoli.

SANANA,Lokomalut.com- Masyarakat Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, menunjukan kepedulian terhadap isu lingkungan dan hak masyarakat adat.

Mereka menantang Anggota DPD RI Dr. Graal Taliawo, untuk menyampaikan suara masyarakat kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar mencabut dan menolak Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang akan beroperasi di Pulau Mangoli.

Hal ini disampaikan oleh Rifai Galela salah satu warga Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, yang juga merupakan ketua Aktivis Lingkungan saat di wawancarai Lokomalut.com. Sabtu, (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rifai, pertambangan akan merusak sumber daya alam. Hal ini akan memicu kekhawatiran masyarakat setempat terkait dampak lingkungan yang mungkin terjadi.

Ia menilai bahwa proyek pertambangan tersebut tidak hanya mengancam ekosistem laut, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat adat yang bergantung pada sumber daya alam.

“Kami berharap Dr. Graal Taliawo, sebagai wakil rakyat dari dapil Maluku Utara, dapat menjadi suara mereka di tingkat nasional,” ungkapnya.

Rifai pun menantang Dr. Graal Taliawo untuk menyampaikan ke Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan pemberian IUP tersebut dihentikan.

“Menurut kami, keberadaan IUP ini berpotensi menimbulkan konflik antara masyarakat adat dan pihak-pihak terlibat dalam proyek pertambangan. Makanya kami tantang pak Dr. Graal untuk Bisik ke telinga bapak Presiden,” tandasnya.

Ia juga menekankan, pentingnya Dr. Graal untuk menyampaikan hal ini secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto demi menyelamatkan nasip petani dan nelayan di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan suara masyarakat adat dan menghindari kebijakan yang merugikan kehidupan kami. Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami menolak pembangunan yang merusak lingkungan dan hak kami,” pungkasnya mengakhiri.

 

Penulis: dona

ARTIKEL TERKAIT

IUP Menjadi Ancaman Serius Bagi Masyarakat Malut, Dr. Graal Taliawo: Sebanyak 650 Ribu Hektar Telah Dikuasai
Gelar Konferensi Pers, Dr. Graal Ucapkan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat Desa Kou
Janji Reses, Dr. Graal Taliawo “BAFOYA” Masyarakat Sula
Soroti Pernyataan PH Bimbi, Kuasa Hukum KM Sebut Abdullah Cacat Berpikir
Bhabinkamtibmas Desa Mangon Gelar Sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2023 kepada Pemuda
Armin Soamole: Jangan Libatkan Mutasi Tenaga Medis RSUD Sanana dengan Klien Kami, Camkan
GHS 2026, Peserta Loko Putra Dianugerahi Penghargaan Kategori Terbaik
Ayo Simak.! Nama dan Jabatan Baru 72 Pejabat yang Dilantik Bupati Sula
Berita ini 47 kali dibaca

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:28 WIT

Tolak 10 IUP di Pulau Mangoli, Masyarakat Desa Kou Tantang Dr. Graal Taliawo untuk Bisik ke Telinga Presiden Prabowo 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:03 WIT

IUP Menjadi Ancaman Serius Bagi Masyarakat Malut, Dr. Graal Taliawo: Sebanyak 650 Ribu Hektar Telah Dikuasai

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:36 WIT

Gelar Konferensi Pers, Dr. Graal Ucapkan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat Desa Kou

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:02 WIT

Janji Reses, Dr. Graal Taliawo “BAFOYA” Masyarakat Sula

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:26 WIT

Soroti Pernyataan PH Bimbi, Kuasa Hukum KM Sebut Abdullah Cacat Berpikir

ARTIKEL TERBARU